300x250 AD TOP

Senin, 03 Desember 2018

Tagged under:

Doa Sebelum Tidur

ONE DAY ONE HADITS

Ahad,  2 Desember 2018 M / 23 Rabiul awal 1440  H

بِسْـمِ اللّهِ رَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ، نَامَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ قَالَ:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَهُنَّ ثُمَّ مَاتَ تَحْتَ لَيْلَتِهِ مَاتَ عَلَى الْفِطْرَةِ.

Dari al-Baraa ibn 'Azib, dia berkata: Apabila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hendak beranjak ke tempat tidurnya, maka beliau berbaring pada sisi kanannya, kemudian beliau membaca:

Ya AIlah, aku berserah diri kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku (bergantung) kepada-Mu, dalam keadaan berharap dan takut kepada-Mu, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat lari dari (adzab)Mu kecuali (dengan berlindung) kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan (aku beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa membacanya lalu meninggal pada malam itu, maka dia meninggal dalam keadaan fitrah (dan dijamin masuk surga).

HR. Bukhari 5840

Kandungan hadits

1. Anjuran untuk mengingat Allah di setiap waktu, salah satunya adalah sebelum  tertidur.

2. Anjuran untuk berbaring pada sisi tubuh sebelah kanan saat tidur.

3. Anjuran berdoa dg doa ini ktika hendak tidur, agar bila ajal datang, maka surga telah menanti.

4. Kesempurnaan syari'at Islam ditunjukka hingga adab dan tata cara ketika akan  tidurpun di jelaskan dalam syari'at Islam.

5. Keutamaan doa yang diajarkan Rasulullah, jika membacanya sebelum tidur dan meninggal disaat itu, maka ia meninggal dalam keadaan diampuni dosanya.

6. Hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala lah kita bertawakal, tidak boleh bertawakal kepada  selain-Nya.

7. Ada 2 hal yg hendaknya harus selalu ada ketika kita berdoa kpd allah Subhanahu wata'ala, yaitu rasa berharap dan takut. Berharap untuk dikabulkan dan takut tidak di dengar doanya karena menyadari posisi diri.

8.  Allah Subhanahu wata'ala menunjukkan Rahmat Nya, yg menjadikan amal yang terlihat kecil dan sepele di mata manusia tapi dibalas   dengan balasan yang sempurna.

Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا   ۚ  فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُخْرٰۤى اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
allohu yatawaffal-anfusa hiina mautihaa wallatii lam tamut fii manaamihaa, fa yumsikullatii qodhoo 'alaihal-mauta wa yursilul-ukhrooo ilaaa ajalim musammaa, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yatafakkaruun

"Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 42)

0 komentar:

Posting Komentar